Wednesday, October 18, 2006

Malang koq jadi panas?

Akhir-akhir ini cuaca di Malang cukup panas, serasa tinggal di Surabaya atau kota dataran rendah lainnya. *kipas-kipas*, bulan ini juga bertepatan dengan bulan ramadhan atau bulan puasa bagi umat muslim, so kebayang gag? rasa dahaga di hari yang panas, terutama di siang hari.

Berbeda dengan tahun lalu, bulan puasa tahun lalu bertepat dengan musim hujan. Iya seeh awal menyambut hujan udara pasti terasa panas dan lembab; tapi setelah hujan udara di Malang kembali ke tahun 1980an.

Wah jadi kangen udara kota Malang di era 80an. Efek global warming! tahun-tahun ke depan jadi seperti apa ya?

Baca masalah global warming di sini: http://en.wikipedia.org/wiki/Global_warming

6 comments:

ferdhie said...

1. pertambahan penduduk, setiap tahun ajaran baru, kota malang pasti diserbu oleh cama(calonmahasiswa) dari kota2 sekitar. Dan yg lulus, enggan u/ balik ke daerahnya. (ngga nyindir lo)

2. keberhasilan marketing yamaha, honda, suzuki, toyota. Dengan iming2 "Tanpa Uang Muka", bunga rendah, "selalu yg terdepan", akhirnya banyak orang yg ketipu. Beli kendaraan bermotor. Sedang, kapasitas "paru2" udara di malang. Tetep/berkurang drastis (eg: sawojajar, buring, joyogrand, etc)

3. banyak hutan disekitar malang yg "DIHABISI" (lihat no 2)

4. Kualitas BBM yg menurun drastis, akhirnya pembakaran jadi tidak sempurna.

5. MACET, macet menyebabkan penumpukan gas buang di satu tempat, menimbulkan efek panas yg luar biasa.

6. BANGSAT PENI!!!

isdah said...

#ferdhie: iyoi bangsat yo... *kalem*

Jauhari said...

Mungkin salah satunya karena ORANG ORANG seperti saya ini yaa :D

Aryo Sanjaya said...

#jauhari:
IYA kamu, harusnya pulang sana, dan membangun Gunung Kidul.
*menjauh*

rita said...

No. 1-6 setuju banget Fer!

*tendang pantat Parjo jauh2*

Setiawan said...

SOKOOOORRRRRRR!!

*berlalu*