Sunday, December 24, 2006

Kerja Bakti di Hari Ibu

Satu hal yang aku sayangkan dalam kegiatan ini yaitu pemusnahan semua tanaman yang dulunya aku tanam dan aku rawat dari tahun ke tahun. Dulu tanaman di lingkungan sekitar rumah tidak ada yang peduli, tanaman itu mau hidup atau sekarat bahkan mati tidak ada yang meliriknya.

Hingga aku mengumpulkan semua tanaman yang tidak terurus ke tempat yang lebih baik, setiap hari sebelum berangkat ke kantor selalu aku siram (bila tidak hujan). Bougenville (bougenvillea) dulu sekarat dan tidak ada yang mengurus, aku pindahkan ke pot yang lebih besar dan memberinya cukup nutrisi setiap harinya hinga menjadi pohon yang cukup teduh. Tapi sayang hari ini ditebang habis dengan alasan tumbuhan itu berduri. Itu salah satu tumbuhan yang aku selamatkan.

Dulu terlihat teduh tapi sekarang... hiks...

Seandainya aku salah satu sesepuh warga, aku tidak akan menghabisi tumbuhan itu mungkin hanya merapikan saja. Tapi...

6 comments:

Home Of Dreams said...

Isdah yang malang...babat aja itu para pembunuh tanaman!!!!!

Aryo Sanjaya said...

Isdah di Malang...

ferdhie said...

mungkin anu nya pernah ketusuk duri

jay said...

kirim hadiah opo nang ibu? :D

Anonymous said...

yo nandur ae maneh,gampang toh???para sesepuh tuh ngerti, lek kmu mo kuliah lg sopo sing arep siram2 coba???g perlu dai sesepuh kn bwt nanem ;-)
coab tebak sapa ini hayooo????

Sayori Padwa said...

itulah sistem...

kadang kita harus mengalah karena posisi...

cobalah bersabar,umur 70 sebentar lagi, lama-lama juga jadi sesepuh, asal gak pindah rumah aja...