Friday, September 07, 2007

Erna, Supri, Radio, Lainnya?

Beberapa waktu yang lalu saya mengalami kejadian yang dapat dikatakan aneh. Waktu itu siang hari, saya ingin mengucapkan selamat kepada teman saya yang baru saja sidang tugas akhirnya. Teman saya merupakan pelanggan setia provider XL. Saya tekan no HP dia dari contact list di HP saya, dan beberapa saat kemudian seorang cowok mengangkat panggilan tersebut. Tapi???

Si co: Hallo? Erna?, HALLLOOO??? ERNAAA???
Saya: Maaf mas, Dita-nya ada?
Si Co: HALOOO? ERNAAAAA???
Saya: Mas, Dita-nya ada? *ngeyel*
Si Co: OOOW... JADI KAMUH SELINGKUHAN ERNA? *nada meninggi*
Saya: Loh, mas ini siapa?
Si Co: NGAAAKUUUH KAMUH! JANGAN DIEM AJA!!!
Saya: jasik... wedus... sopo koen! *kalem, sambil menutup pembicaraan*

Setelah itu saya mencoba untuk menelpon teman saya kembali untuk mengklarifikasi kejadian tersebut *halah*. Ketika saya tanya Dita "Dita, tadi aku telp yang angkat co. Sapa tuh koq nuduh aku selingkuhan Erna?", dan dita menjawab "Loh mas gag ada telp dari mas koq". Loh ya???

Beberapa hari kemudian lewat tengah malam, ketika saya hampir terlelap karena keasyikan membaca buku. HP saya berdering mengagetkan saya. Ketika saya angkat ada suara orang tua berbicara dengan nada tinggi. Loh?

Si Bapak: PRI... SUPRI... KERANJANGE TERNO NANG DALAN BEN DIJUPUK AREK". (red: pri... supri... keranjangnya antarkan ke jalan biar diambil sama anak")
Saya: Maaf, Pak... tadi mau menelpon siapa?
Si Bapak: PRI OJO MENENG AE KOEN, NDANG TERNO KERANJANGE!!!
Saya: Pak, Bapak salah sambung *sambil menekan tombol merah di HP*

Siang harinya kejadian aneh tersebut masih terulang. Ketika saya lewat daerah Blimbing, saya mencoba untuk menelpon teman saya. Dan hal itu aneh itu menjadi lebih aneh:

Saya: *menelpon teman dari contact list HP saya*
Suara di HP: Bersama saya di hari senin yang cerah ini, eh sedikit mendung para pendengar *lupa* (panggilan untuk fans radio) setia. Band ini blah... blah... blah...
Saya: Loh koq siaran radio? *garuk", sambil menutup pembicaraan*

Saya: *menelpon untuk kedua kalinya*
Suara di HP (ce): Iyo Pak, aku mang blonjo podo mundak kabeh
Suara di HP (co): Sing mundak ben mundak, pokoke sik sanggup ngopeni bojo loroh ae gag masalah
Suara di HP (ce): Loh ngunu ta pak, aku yo gelem dadi bojo nom e sampean
Suara di HP (co): Gelem ta? Sik talah sampean sik perawan thing"?
Suara di HP (ce): Loh ditest sik gag popo Pak.

*menutup pembicaraan*

Setelah menit kelima saya menutup pembicaraan itu dan mencoba menelpon teman saya untuk ketiga kalinya, dan telp tersebut diangkat langsung oleh teman saya.

Kasus di atas sepertinya salah koneksi antar provider, mungkin sedang dalam perbaikan. Tapi hal yang lebih aneh adalah ketika suara radio dan suara HT masuk. Frekuensi radio dan HT bukannya jauh dari frekuensi yang digunakan oleh HP *CMIIW*? Pada kasus di atas kita hanya bisa mendengar tapi tidak bisa membalas omongan pada lawan bicara kita.

Oh iya satu lage kasus yang lucu, yaitu ketika teman saya menelpon saya tetapi no yang ditunjukkan oleh HP saya malah no lain, bukan no dia. Hal ini sering dialami oleh teman saya. *ngakak*

Wednesday, June 27, 2007

Lulus

Malang tadi pagi sangat dingin sekali, rasa deg"an menambah noise pagi itu *halah*.

"KAMU NIAT LULUS ATO GAG? BURUAN AMBIL KUNCI RUANG SEMINAR!!!", kata salah satu dosen penguji. GUBRAK!!! *kaget*, aku hanya menganggukan kepala dan langsung berlari menuju pos satpam untuk mengambil kunci.

Setelah ruang seminar aku buka, aku tanya pada salah satu dosen pengujiku "Permisi bu, saya bisa mulai semiar jam berapa?". Dan jawabnya masih rada mengesalkan "TELP DOSEN PEMBIMBING KAMUH!!! TANYAKAN SAMA DIA!". Buru" pencet" telpon dosen pembimbing, telpon itu diangkat tapi yang kedengaran hanya suara angin (pasti masih di jalan). Aku tutup telpon itu menunggu dosen pembimbing dan berharap semoga hari ini cepat selesai.

Beberapa karyawan kampus bertanya "Mas, mau sidang? Koq gag bawa kue?". Aku jawab "emangnya perlu yach?", dia membuat pernyataan "semua mahasiswa kalau sidang pasti bawa kue". Aku jawab "kecuali aku!" *sambil ngeloyor pindah tempat duduk untuk menunggu dosen pembimbing*

*VRRROOOooom...* suara motor dosen pembimbingku datang. Aku langsung berkata *here comes the snow*. Dosen pembimbing berkata ke dosen penguji "Maaf, saya lupa klo ada sidang hari ini". GUBRAAAK!!! ah cuek yang penting konsernya mulai, lima menit pertama grogi by default tapi selanjutnya... aaauuuwww... auuuww... Intinya seperti ini deh:
  1. Jam 8.11 pagi, di ruang seminar.
  2. 18 Slides show.
  3. 2 jam, 13 menit.
  4. Tiga dosen penguji.
  5. Nilai hasil sidang 'A'.

BANZZAAAAAAIII.....

Tuesday, June 19, 2007

Coincidence?

Kebetulan? ada dua hal yang bisa diceritakan dalam hal kebetulan, kebetulan yang menguntungkan dan kebetulan yang tidak menguntungkan. Sebelumnya kita buka kamus hyuuk...

Coincidence (n)
WordNet
1: an event that might have been arranged although it was really accidental [syn: {happenstance}].
2: the quality of occupying the same position or area in space; "he waited for the coincidence of the target and the cross hairs".
3: the temporal property of two things happening at the same time; "the interval determining the coincidence gate is adjustable" [syn: {concurrence}, {conjunction}, {co-occurrence}].

Oxford
The condition of coinciding; instance of this, happening by chance.

Serendipity (n)
WordNet
good luck in making unexpected and fortunate discoveries.

Oxford
Making fortunate and unexpected discoveries by chance.

Juni awal bulan, tabungan hampir mendekati limit dari yang aku tentukan. Seperti biasa klienku kalo tidak ditagih ya tidak bayar, eh tapi tidak semua loh. Setelah aku telpon beberapa klien, salah satunya menyanggupi untuk membayar sebelum tanggal 10 Juni. Hati sedikit tenang karena ada pemasukan untuk membayar tagihan telp. Iseng aku telp 111 (layanan informasi bagi pengguna Telokomsel) untuk mengecek tagihan bulan Juni. GUBRAAK!!! *jingkrak"* statusnya udah terbayar, trus timbul pertanyaan "Siapa yang bayar?". Sedikit deg"an aku bikin kesimpulan:
  1. Ortu bayarin? gag mungkin emangnya masih aku SMA?
  2. Adik bayarin gara" dapet arisan? gag mungkin deeh...
  3. Orang terburu-buru bayar telp trus salah masukin no telp? bisa jadi. Tapi apakah aku harus telp CS Telokomsel untuk menanyakan mengenai pembayaran tersebut? wah ntar ditagih ulang. Mending menunggu orang yang komplain salah bayar no telp aja.

Tanggal 13 Juni
Klien yang janji akan membayar telp mengatakan akan membayar hari senin depan. Perasaanku santai saja melihat tagihan telp sudah terbayar, apalagi biasanya tanggal 11 kalau belum membayar no-hp langsung diblokir (billing cycle setiap tanggal 10).

Tanggal 18 Juni
Klien menyanggupi membayar separuh dari kekurangannya. "Loh? janjinya dibayar penuh?" Aku telp dia. Jawabnya "Maaf mas, kita masih ada keperluan lain". Ya sutra lah... yang penting tagihan telpon udah lunas. Waktu aku mau jalan ke toko buku kebetulan bertemu dengan orang itu keluar dari salon dengan potongan dan warna rambut yang berbeda. *injek"* owalah... keperluan lain itu, reparasi rambut toh... *geleng" kepala sambil cuek*. Aku lanjutkan acara hunting buku.

Tanggal 19 Juni
Perasaan masih gag enak, ketika aku di daerah jalan galunggung aku menyempatkan diri mampir ke A Te Em mencoba membayar tagihan telpon. Biasanya kalo status sudah terbayar pasti ditolak. Aku masukin no hp-ku, dan ternyata dia masuk *LOH? macak ketipu teknologi*. Langsung aku telp CS Telokomsel:
CS: Selamat pagi, dengan *lupa* bisa kami bantu?
Aku: Anu... mba'... mau tanya kemaren saya cek tagihan telp saya lewat 111 statusnya sudah terbayar trus koq saya coba bayar lewat A Te Em koq bisa masuk? jadi saya bayar dobel dunk?

CS: Sebentar Pak, kami cek dulu, no hp-nya brapa Pak?
Aku: 081 XXX XXXX

CS: Iya Pak, ada pembayaran lewat A Te Em hari ini
Aku: Trus gag ada pembayaran sebelum itu? trus napa nada cek dari 111 menandakan kalau saya sudah melunasi tagihan itu? eh tapi yakin yach cuman ada pembayaran sekali lewat A Te Em? *dengan nada tidak percaya dengan teknologi*

CS: Iya Pak, cuman sekali dan mengenai nada tersebut kemungkinan kesalahan dari kami.
Aku: Bentar masih ada yang aneh... biasanya billing cycle tiap tanggal 10. Trus tanggal sekarang koq masih bisa dipakai?

CS: Billing cycle Bapak tercatat di sini setiap tanggal 20.
Aku: loh trus kenapa dua bulan lalu tanggal 11 udah diblokir? waktu saya tanyakan katanya billing cycle saya ngikut tanggal 10, trus sapa yang ganti? Ah sudahlah... saya sudah tau jawabannya, yang jelas baru hari ini saya bayar *pake nada kesel*

CS: Ada yang bisa kami bantu lagi?
Aku: GA'DA! kapan" aja!

CS: Terima kasih telah menghubungi blah... blah... *click*
Aku: LOH? AKU YANG TELP KOQ SITU YANG NUTUP DULUAN? GAG SOPAN! < ngomel di hp sendirian :))

Namanya kebetulan itu jelas gag ada. Eh kebetulan loh aku kemarin bisa membayar tagihan telp dengan menjual hp samsung X100-ku yang sudah kusam. Loh? kebetulan itu ada apa gag seeh? Satu hal yang pasti TELOKOMSEL tetaplah TELOKOMSEL!

Oh iya kalau "concidence" itukan hanya sebuah kebetulan, tapi masih tidak tentu itu menguntungkan atau tidak. Sedangkan "serendipity" itu lebih ke kebetulan yang menguntungkan *inged pilem serendipity*. Aku masih gag menemukan kata yang pas dan saling bertolak belakang. Silahkan bagi" info dunk *wink*

Saturday, June 02, 2007

brown itu merah?

Jumat malam di kota Malang dengan udara yang cukup dingin. Otak memaksa tubuh untuk menyeduh kopi panas, dengan tambahan jahe mungkin dapat sedikit mengurangi rasa dingin ini. Sedikit terdengar tradisional, persedian jahe bubuk sudah habis maka aku memotong jahe seukuran jempolku dan langsung menumbuknya dengan ganggang pisau.

Jahe yang sedikit hancur itu aku masukkan ke dalam mug, satu sendok kopi aku masukkan dan langsung aku seduh dengan air panas. Sebelum memasukkan gula pada kopi jahe itu mataku tertarik pada bungkusan kecil di meja makan. Bungkusan kertas kecil itu tertulis "Brown Sugar", kemudian aku balik sisi lainnya dan pada bungkus itu tertulis "Gula Merah". Berikut skrinsyutnya:


Bukannya brown itu berarti warna coklat? Kalau dibahasakan inggris harusnya "Red Sugar"? yang berarti gula merah. Dilihat dari warnanya memang gula itu berwarna coklat, entah kenapa kita menyebutnya dengan warna merah. Pada waktu pembuatan, ketika gula itu masih panas dan lumer warna yang kelihatan memang seperti campuran antara merah tua dan coklat.

Kalau kita lihat kamus, "Brown Sugar" artinya adalah:
# Oxford, n: half refined
# WordNet, n: unrefined or only partly refined sugar

Bila "Brown Sugar" berarti gula merah, kenapa di kamus tidak mengartikan bahwa gula itu dibuat dari intisari pohon aren? Di kamus itu lebih menerangkan bahwa gula tersebut ialah hasil dari sebuah proses. Seperti bila gula ditaruh diwajan panas dia akan menjadi seperti karamel, itu juga dapat disebut dengan brown sugar. Berbeda dengan bahasa indonesia yang menyebutkan bahwa gula merah itu gula yang terbuat dari intisari pohon aren. Jadi dapat disimpulkan bahwa dalam bahasa inggris arti "Brown Sugar" lebih umum, sedangkan dalam bahasa indonesia arti "Gula Merah" lebih menunjukan pada gula yang terbuat dari intisari pohon aren.

*CMIIW*

Bungkusan kertas yang berisi gula merah itu aku sobek dan aku campurkan pada kopi jahe tersebut. Hmm... rasanya nikmat tiada duanya. Kopi tersebut menemani aku membaca buku My Name is Red karya Orphan Pamuk. Btw sekarang lagi bulan purnama loh...

Thursday, May 31, 2007

100% Bebas Asap Rokok

Kepada: pengelola tempat-tempat umum
World No Tobacco Day 2007
Penelitian ilmiah tentang bahaya perokok pasif telah dilakukan selama lebih dari 20 tahun. Tidak ada keraguan bahwa merokok secara pasif sangat berbahaya bagi kesehatan manusia, menyebabkan kanker dan banyak penyakit pernafasan serta kardiovaskuler pada anak-anak serta orang dewasa, dan tidak jarang mempercepat kematian.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah berkesimpulan bahwa asap rokok, sekecil apapun jumlahnya, tetaplah berbahaya. Rekomendasi WHO tentang hal ini mengatakan bahwa satu-satunya cara untuk melindungi masyarakat dari bahaya asap rokok adalah dengan memberlakukan peraturan 100% bebas asap rokok bagi tempat-tempat umum.

Hak untuk mendapatkan udara bersih, bebas dari asap rokok adalah hak umat manusia.

Dengan demikian, kami meminta anda untuk melindungi kesehatan pegawai, pekerja dan masyarakat umum dengan cara menerapkan peraturan yang 100% melarang merokok di tempat-tempat umum. Kami percaya, langkah ini adalah langkah yang sangat penting untuk melindungi kesehatan kita dan anak-anak kita semua.

Tertanda,
Isdah Ahmad

Wednesday, May 30, 2007

hero vs spam



Foto di atas diambil di simpang balapan (depan EF). Itu adalah patung Hamid Rusdi salah satu tokoh pahlawan. Tapi karena tangan yang tidak bertanggung jawab, tempat itu menjadi ladang spam. Eh.. PEMKOT Malang kaya'nya diem aja dech. Keliatan jorok... gag asix dipandang!

PS: Maap buwat pijahat, kebetulan waktu ambil skrinsyut spamnya milik pijahat.

Tuesday, May 01, 2007

Muka garang?

Berbeda dengan muka Aryo yang mendapat tanggapan simpati dari orang yang memandangnya. Mukaku lebih cenderung memberikan peran tokoh jahat di film, komik, maupun di buku-buku novel.

Aku ingat beberapa bulan sebelumnya temenku Sari mengatakan ke Ayuk bahwa aku memiliki karakter dengan perbuatan tidak menyenangkan. Entah kenapa Sari membuat kesimpulan itu, dia bahkan belum mengenal aku di waktu itu. Kalau berhubungan dengan masalah muka, kalimat "Don't judge the book by the cover" bagi sebagian orang tidak berlaku lagi.

Suatu hari aku melihat film dokumenter mengenai cara kerja otak dalam mengenal prilaku manusia, di situ mereka memberikan contoh ketika perekrutan juri pada persidangan di sebuah daerah di negara Amerika. Juri tersebut disuruh menebak orang yang menjadi pembunuh pada suatu cerita. Juri tersebut diberikan beberapa contoh orang dengan muka yang berbeda-beda, dari muka yang mirip bayi sampai dengan muka yang benar-benar mirip penjahat. Para calon juri tersebut memberikan beberapa gambaran apa yang mereka dapat ketika melihat muka orang satu persatu. Tanggapan para juri beragam dan yang paling menari mereka tidak menaruh curiga pada muka yang mirip muka bayi, mereka beranggapan bahwa orang dengan muka itu tidak mungkin melakukan tindakan kriminal.

Berhubungan dengan postingan sebelumnya. Ketika aku mengikuti pemeriksaan kesehatan di klinik, aku disuruh membayar sebesar Rp.10.000,-. Aku tidak memiliki uang dengan pecahan itu, yang ada hanya Rp.50.000,-. Klinik tidak memiliki uang kembalian, dan aku harus memecahkan uangku terlebih dahulu. Hal yang menarik di sini waktu aku keluar menjajaki toko satu persatu untuk menukar uang Rp.50.000,- dengan pecahan Rp.10.000,-, semua toko menolak menukar uang mereka. Tetapi ketika ada seorang wanita anggun ke salah satu toko tersebut untuk menukar uang yang sama dengan aku mereka tidak menolaknya. Wanita anggun itu memiliki masalah yang sama dengan aku yaitu dia sedang mengurus SIM dan setelah pemeriksaan kesehatan, klinik tidak memiliki uang kembalian. Dalam hatiku ingin menghujat dan memberikan uangku ke toko itu, toko itu belum tahu kalau aku calon pengusaha sukses *memotivasi diri* tapi sudahlah... Kita lihat dari sisi lain saja bahwa mungkin si punya toko baru ingat kalau dia punya uang pecahan untuk Rp.50.000,- dan wanita anggun tersebut sedang beruntung.

Dan akhirnya ketika kembali ke klinik untuk yang keempat kalinya. Klinik tersebut sudah memiliki uang kembalian untuk uang Rp.50.000,-.

Ini skrinsyut mukaku dengan ekspresi serial killer. :))

Monday, April 30, 2007

SIM keliling ala GTA

Pernah memainkan game dengan judul GTA (Grand Theft Auto)? Pada awalnya game ini disajikan dalam bentuk 2D pada platform PC (Personal Computer) dengan genre shooting. Seiring perkembangan hardware dengan kemampuan lebih GTA kembali di-release dalam bentuk 3D pada platform PC dan Console. Setelah di-release dengan bentuk 3D dengan enviroment dan gameplay yang berbeda, GTA mengenalkan genre baru pada para gamer bisa dibilang revolusioner. Shooting, racing, dan simulation game semua tersaji dengan unik pada GTA. Karena populernya GTA, aku ingat kejadian di San Francisco ketika gamer yang maniak GTA jalan-jalan di tengah kota sambil menembak membabi buta. Bahkan di sebagian film action ada yang melakukan aksi seperti yang ada di game ini sambil berkata "GTA M****R F****R".



Kembali ke masalah utama, rupanya Kepolisian RI memberikan pelayanan lebih kepada para pengguna kendaraan bermotor. Baru-baru ini di kota Malang hadir SIM keliling, sebuah layanan untuk memperbarui/memperpanjang SIM (Surat Ijin Mengemudi) secara mobile. Namun sayang lokasi untuk layanan ini mirip dengan misi yang ada di GTA, informasi yang diberikan hanya berupa nama daerah saja seperti daerah Blimbing. Detail tempatnya? cari sendiri :))

Senin, 23 April 2007
SIM keliling diadakan di daerah Blimbing. Aku berangkat pukul 10.15 untuk mencari lokasi layanan SIM keliling itu, setiap pojokan daerah Blimbing aku kunjungi demi memperbarui SIM-ku yang sudah habis masa berlakunya. Ada beberapa hal yang aku takutkan dalam pencarian lokasi itu seperti jebakan rasia motor di jalan protokol, namun hal itu terlupakan dengan sengatan sinar matahari akibat dari global warming.

Putus asa tidak menemukan lokasi itu aku langsung bergegas pulang untuk mendinginkan badan. Sampai di daerah Oro-oro Dowo baru teringat kalau aku belum mengunjungi PBI (Pondok Blimbing Indah). *lirik jam di hengpon* Jam sudah menunjukan pukul 11.45, aku langsung bergegas menuju PBI dan *voila* lokasi SIM keliling itu ketemu di tempat rimbun parkiran luar PBI. Aku parkir skuter-ku dan langsung menuju loket pendaftaran, tapi polwan itu berkata "Mas, terlambat 10 menit. Kami sudah tutup!". Whaaaat??? Aku pulang melalui daerah rampal yang konon tidak pernah ada rasia motor karena itu daerah komplek militer.

Senin, 30 April 2007
Sim keliling diadakan di daerah Sukun. Aku berangkat pukul 9.10 dengan rasa kantuk yang teramat sangat dikarenakan dalam dua hari aku masih tidur selama satu jam. Seperti minggu sebelumnya demi memperpanjang SIM-ku aku rela keliling daerah Sukun. Berdasarkan pengalaman sebelumnya aku mulai menjelajahi perumahan di daerah Sukun. Sampai pukul 10.50 aku masih tidak dapat menemukan antrian motor, kesibukan orang untuk mengisi formulir dan obrolan di kala menunggu panggilan untuk foto dan scanning sidik jari. Putus asa? tentu tidak, aku langsung mendatangi POLRES Malang untuk mengurus perpanjangan SIM.

How To?
Berbeda dengan lima tahun lalu ketika aku perpanjangan SIM untuk pertama kali. Urusan calo tentu masih tetap ada tetapi tidak seagresif dulu dan suasana untuk mendapatkan SIM secara mudah benar-benar terasa. Aku datang langsung ke loket untuk bertanya cara mengurus perpanjangan SIM, dan seorang POLWAN menjelaskannya dengan detail.

Ini sedikit informasi untuk perpanjangan SIM: *dengan backsound what a wonderfull world*

  • Datang ke klinik di atas untuk pemeriksaan kesehatan. (Bayar Rp.10.000,-)

  • Masuk ruang 1 untuk sidik jari. (Bayar Rp.5.000,-)

  • Masuk ruang 2 untuk membayar administrasi sebesar Rp.75.000,-

  • Lanjut ke ruang 3 untuk memberikan semua berkas dari layer sebelumnya.

  • Pengambilan foto dan scanning sidik jari.

  • Menunggu dipanggil untuk mendapatkan SIM baru.

  • Selesai dan sekian.


PLAK!!!PLAK!!! itu tidak terjadi padaku. Dikarenakan SIM-ku sudah habis masa berlakunya lebih dari sebulan, maka dengan santai POLWAN mengatakan bahwa aku HARUS mengikuti ujian. Dari ruang 3 aku harus lanjut ke ruang 5 untuk mengikuti ujian teori. aah pis-a-ke', 30 nomer soal ujian aku lahap habis dalam hitungan 8 menit. Setelah diperiksa ternyata aku hanya salah satu, dan polisi itu memberikan pujian *tepuk dada*. Polisi yang memberikan pujian menyuruh aku ke parkiran atas untuk mengikuti ujian praktek. *DEG*

Datang ke parkiran atas dengan Pe De-nya, aku langsung memberikan lembaran registrasi untuk mengikuti ujian praktek. Polisi penguji menjelaskan beberapa peraturan yang ada seperti ini:

  • Ujian dilakukan dengan menggunakan motor yang telah disediakan oleh Kepolisian. (motor bebek buntut putih warnanya)

  • Peserta ujian harus mengendarai motor secara zig-zag melewati tiang yang ada.

  • Setelah melewati ujian zig-zag, perserta diharuskan mengendarai motor melalui garis putih dengan bentuk angka 8.

  • Selama mengendari motor, kaki tidak boleh turun dan menyentuh garis penghalang.

  • Motor tidak boleh keluar dari jalur yang disediakan.


Polisi itu bertanya "Mas-nya mau latihan dulu dengan motor mas?", dan aku jawab "Waduh Pak, saya gag punya motor punya'nya skuter dan itu montok dan semoks. Gag cocok buat rintangan seperti ini". Polisi itu kemudian memberikan contoh untuk melalui rintangan eiiit... polisi itu tidak menaiki motor untuk memberikan contoh, tapi dengan menggunakan telunjuknya menunjukan arah yang harus dilalui.

Polisi itu bertanya untuk terakhir kalinya "Mas, kalau sudah siap silahkan". Dan seperti biasanya aku terlalu Pe De dan langsung menjajal ujian tersebut. Motor aku nyalakan, aku memeriksa jarak rem, jarak gas, dan jarak perpindahan gigi. PRIIIT!!! tanda bahwa aku harus melaju dengan motor bebek buntut itu, tiang pertama lancar dan aku merasakan bisa melalui ujian ini. PRIIIT!!! "Dua minggu lage ujian ulang mas" teriak pulisi dari kejauhan. Ternyata aku gagal :( kenapa? bukannya lancar? waktu di belokan tiang kedua karena faktor berat badan dan faktor balancing terutama, aku menurunkan kaki kiriku *ngakak*. Aku meminta untuk mencoba sekali lagi, tapi polisi itu tetap pada pendiriannya. *dem*

Beberapa saat kemudian datang seorang tentara yang akan mengikuti ujian praktek. Tentara itu mendekati polisi sambil mengatakan kalau dia ingin tidak melewati ujian praktek. Loh? Tapi polisi itu menjawab dengan enteng sambil tersenyum "Wah... gag bisa pak peraturannya begitu, semua harus mengikuti ujian ini" *kasih tepuk*. Kalau seumpama tentara itu dapat SIM tanpa melalui ujian praktek tapi melalui hasil nego dengan polisi, aku juga mau melakukan itu. Aku mau melewati ujian praktek hanya dengan menggunakan script *halah*.

Aku turun menuju loket tiga untuk mengatakan bahwa aku gagal melakukan ujian praktek dan harus mengulang dua minggu lagi pada tanggal 14 Mei 2007. Di loket 3 ada seorang POLWAN cantik menahan ketawa ketika aku mengatakan kalau gagal ujian praktek SIM, dan dia bertanya kapan aku mengulang ujian itu. Setelah aku jawab, dia masih menahan rasa ketawa kalau orang seperti aku bisa gagal dalam ujian itu. *ikutan ngakak*

Semoga dua minggu lagi aku mendapatkan SIM-ku kembali. *aamiin*

*siap-siap sneaking ketika naek skuter*

Wednesday, March 28, 2007

hari yang akan kuingat

Tanggal 26 Maret Lany temanku waktu kuliah mengirim SMS menanyakan kabarku *tumben*, sedikit basa-basi menanyakan perihal karir dalam bidang IT dia sebuah pabrik di kawasan kota Malang. Tepatlah dugaanku dia mengucapkan selamat ulang tahun *ups*. Kaget? jelas lah, dia memberikan selamat terlalu cepat dua hari. Eniwei makaseeh Lany masih ingat aku.

Sekarang tanggal 28 Maret, tanggal di mana aku dilahirkan. Tapi hari ini aku benar-benar lupa bahwa sekarang sudah 28 Maret. Di tengah rasa kantukku, tiba-tiba SMS masuk dari no yang tidak asing lagi secara beruntun. Bunda Endhoot mengucapkan "Hepi Bede!", kemudian disusul oleh Henny Rolan dan hengpon menjadi heng secara tiba-tiba *cuek mode on*. Mungkin itu tanda bahwa aku harus meneruskan tidurku.

Jam satu siang hengpon ternyata masih dalam kondisi heng mode, hard booting-pun gagal untuk direspon. Terpaksa chaos booting hanya pilihan satu-satunya *copot batre dan booting ulang*. *JRENG!!!JRENG!!!* SMS datang berjibun dari teman-teman waktu SMA, kuliah bahkan fans juga *ehem*. SMS kelima setelah chaos booting dari Shinta Setiawan dan sepertinya rejected, hengpon mendadak heng *dejavu* dan hal itu berulang setiap masuk lima SMS *ngakak*. Namanya juga hengpon minimalis untuk pemakaian secara brute force :)).

Oh iya maaf buat teman-temanku yang tidak bisa aku sebutkan satu persatu secara tertulis *dowo jess*. Terima kasih berat aku ucapkan kepada warga Kampung Gajah, warga Arema Junkerz *doh NS-nya lom bisa diganti*, terima kasih telah mengingatkanku.

Oh iya umurku sekarang 25. Di umur yang sudah cukup banyak melihat kebusukan dunia, walaupun apa yang kulihat pasti kualami sampai masa hibernate-ku datang. Entahlah kenapa mereka mempertahankan idealisme mereka, sedangkan hal yang akan mereka secara fundamental dibentuk berbeda dengan idealisme mereka. Pertanyaan: kenapa mereka tidak mencari/menciptakan pulau untuk membuat negara sesuai dengan idealisme mereka? *sekedar contoh*. It's hard to be human being :D . *ganti bahasan aah...* Satu hal yang patut aku syukuri, aku mengenal banyak orang hebat atau calon orang hebat. Dan salah satu wishlist-ku adalah keliling dunia untuk mengenal banyak orang dan banyak budaya *aamiin*.

Sebagai bonus, ini skrinsyut maret kelabu pada 28 Maret 2003 :">

Saturday, March 17, 2007

Web Design?


  • 16/03/2006 @ campuz

    Sambil menunggu dosen untuk konsultasi suckripsi, iseng corat-coret bikin sistem buat project dadakan. Dari gambar kotak satu ke kotak yang lain, tanpa sadar gambar kotak yang seharusnya menjadi sebuah sistem malah terlihat seperti sebuah kolom" pada koran atau majalah. Terbersit membuat sebuah desain web dengan menggabungkan banyak kotak itu. Bergaya Pikazoo sembari jari-jemari menari di-*lupa* (eh panggung buat joged stripteaser itu namanya apaan seeh?) berlatarkan kertas draft *halah* dan jadilah draft desain itu (skrinsyut menyusul yach, ntar mampir ke Ambar dulu, eh sebelum click link itu inged ya nama bisa menipu gkgkgkgk...). Wis... wis... dosenku wis teko... sik ta konsul... ntar lanjut lageh.

  • 16/03/2006 @ office (eh maksudnya di kamar tidur)

    Waktu betulin bug buat demo program jadi inget kalo tadi sempet buat draft desain situs. Tanpa pikir panjang coba deh pake' Macromedia Fireworks (sumpah pake ini dipaksa Didat). Tools-nya familiar banged dengan sodaranya si Flash jadi gag sempet bikin kaget seperti Venus.Masalahnya cuman satu desain web pake' touch-pad bikin jari kriting man, mau gag mau harus tancepin mouse. Hehehe... ini dia hasilnya *ehem-ehem* ya... ya... ya... keberuntungan pemula. Masih harus banyak belajar toh...