Friday, September 07, 2007

Erna, Supri, Radio, Lainnya?

Beberapa waktu yang lalu saya mengalami kejadian yang dapat dikatakan aneh. Waktu itu siang hari, saya ingin mengucapkan selamat kepada teman saya yang baru saja sidang tugas akhirnya. Teman saya merupakan pelanggan setia provider XL. Saya tekan no HP dia dari contact list di HP saya, dan beberapa saat kemudian seorang cowok mengangkat panggilan tersebut. Tapi???

Si co: Hallo? Erna?, HALLLOOO??? ERNAAA???
Saya: Maaf mas, Dita-nya ada?
Si Co: HALOOO? ERNAAAAA???
Saya: Mas, Dita-nya ada? *ngeyel*
Si Co: OOOW... JADI KAMUH SELINGKUHAN ERNA? *nada meninggi*
Saya: Loh, mas ini siapa?
Si Co: NGAAAKUUUH KAMUH! JANGAN DIEM AJA!!!
Saya: jasik... wedus... sopo koen! *kalem, sambil menutup pembicaraan*

Setelah itu saya mencoba untuk menelpon teman saya kembali untuk mengklarifikasi kejadian tersebut *halah*. Ketika saya tanya Dita "Dita, tadi aku telp yang angkat co. Sapa tuh koq nuduh aku selingkuhan Erna?", dan dita menjawab "Loh mas gag ada telp dari mas koq". Loh ya???

Beberapa hari kemudian lewat tengah malam, ketika saya hampir terlelap karena keasyikan membaca buku. HP saya berdering mengagetkan saya. Ketika saya angkat ada suara orang tua berbicara dengan nada tinggi. Loh?

Si Bapak: PRI... SUPRI... KERANJANGE TERNO NANG DALAN BEN DIJUPUK AREK". (red: pri... supri... keranjangnya antarkan ke jalan biar diambil sama anak")
Saya: Maaf, Pak... tadi mau menelpon siapa?
Si Bapak: PRI OJO MENENG AE KOEN, NDANG TERNO KERANJANGE!!!
Saya: Pak, Bapak salah sambung *sambil menekan tombol merah di HP*

Siang harinya kejadian aneh tersebut masih terulang. Ketika saya lewat daerah Blimbing, saya mencoba untuk menelpon teman saya. Dan hal itu aneh itu menjadi lebih aneh:

Saya: *menelpon teman dari contact list HP saya*
Suara di HP: Bersama saya di hari senin yang cerah ini, eh sedikit mendung para pendengar *lupa* (panggilan untuk fans radio) setia. Band ini blah... blah... blah...
Saya: Loh koq siaran radio? *garuk", sambil menutup pembicaraan*

Saya: *menelpon untuk kedua kalinya*
Suara di HP (ce): Iyo Pak, aku mang blonjo podo mundak kabeh
Suara di HP (co): Sing mundak ben mundak, pokoke sik sanggup ngopeni bojo loroh ae gag masalah
Suara di HP (ce): Loh ngunu ta pak, aku yo gelem dadi bojo nom e sampean
Suara di HP (co): Gelem ta? Sik talah sampean sik perawan thing"?
Suara di HP (ce): Loh ditest sik gag popo Pak.

*menutup pembicaraan*

Setelah menit kelima saya menutup pembicaraan itu dan mencoba menelpon teman saya untuk ketiga kalinya, dan telp tersebut diangkat langsung oleh teman saya.

Kasus di atas sepertinya salah koneksi antar provider, mungkin sedang dalam perbaikan. Tapi hal yang lebih aneh adalah ketika suara radio dan suara HT masuk. Frekuensi radio dan HT bukannya jauh dari frekuensi yang digunakan oleh HP *CMIIW*? Pada kasus di atas kita hanya bisa mendengar tapi tidak bisa membalas omongan pada lawan bicara kita.

Oh iya satu lage kasus yang lucu, yaitu ketika teman saya menelpon saya tetapi no yang ditunjukkan oleh HP saya malah no lain, bukan no dia. Hal ini sering dialami oleh teman saya. *ngakak*